Blog
Trending

Resep Obat Kanker Hasil Penemuan Peneliti Indonesia

Sering sekali terjadi kehebohan dalam dunia pengobatan, terutama dengan adanya berbagai penemuan obat tradisional yang dijadikan sebagai resep obat kanker. Betapa tidak, penyakit kanker dianggap sebagai salah satu penyakit berbahaya dan sangat mematikan. Bahkan, masih banyak penyakit kanker yang belum ditemukan obatnya secara medis sehingga membuat penderitanya galau. Tidak sedikit yang mengalami stres yang berakibat penyakitnya menjadi semakin parah.

Beberapa anak bangsa Indonesia beberapa tahun belakangan ini berhasil mengharumkan namanya setelah berhasil menyumbangkan hasil penelitiannya untuk dunia kesehatan, seperti misalnya Mustika Sari, Sarah Salsabila, dan She Liza Noer. Ketiga mahasiswa Jurusan Te‎knik Bioproses, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (UI) tersebut berhasil menemukan obat kanker serviks dari bahan kimia yang berasal dari racun duri ikan lionfish.

Mereka memilih ikan lionfish sebagai objek penelitiannya dengan alasan racun durinya mengandung peptida. Zat ini memiliki aktivitas antiproliferatif terhadap sel kanker dengan mekanisme induksi apoptosis, yaitu proses penghambatan proliferasi sel kanker secara selektif. Tidak heran kalau hasil penemuan ketiga mahasiswa cerdas ini dijadikan sebagai salah satu resep obat kanker.

Ketiga mahasiswa UI tersebut mengestraksi racun duri lionfish dan memurnikannya dengan presipitasi ammonium sulfat melalui pemanasan. Tujuannya untuk mendapatkan protein yang memiliki sifat apoptosis terhadap sel kanker serviks. Lalu ekstrak tersebut diujikan secara in vitro terhadap sel kanker. Hasilnya sungguh luar biasa. Terlihat adanya efek inhibisi terhadap sel kanker serviks. Hal ini menunjukkan bahwa pengujian tersebut telah berhasil membunuh sel kanker yang ada (sumber: https://www.pikiran-rakyat.com 20-08-2019).

Penelitian lain terjadi di Kalimantan yang dilakukan oleh tiga siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, yaitu Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani. Mereka memanfaatkan akar tanaman bajakah yang biasa hidup dan tumbuh hidup di lahan gambut hutan Kalimantan Tengah untuk menyembuhkan penyakit kanker payudara.

Penelitian Terhadap bajakah ini di bawah bimbingan Helita, salah seorang guru biologi. Informasi keberhasilan penelitian ketiga siswa tersebut bermula datang dari Yazid. peneliti remaja ini mengatakan bahwa ada sebuah tumbuhan di hutan Kalimantan Tengah yang kerap digunakan keluarganya sebagai resep obat kanker.

Di bawah bimbingan Helita, mereka mengawali uji pendahuluan di laboratorium sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan percobaan terhadap dua ekor tikus kecil betina berwarna putih yang sudah diinduksi atau disuntik zat pertumbuhan sel tumor atau kanker. Sel kanker berkembang di tubuh tikus dengan ciri banyaknya benjolan di tubuh, mulai dari ekor hingga bagian kepala.

Selanjutnya mereka memberikan dua penawar atau obat yang berbeda terhadap kedua tikus. Satu tikus diberi bawang dayak dalam bentuk cairan yang diminumkan ke tikus, sementara tikus lain diberi air rebusan yang berasal dari kayu bajakah. Setelah memasuki hari ke-50, mencit yang diberi air penawar dari bawang dayak mati, sementara mencit yang diberi cairan kayu bajakah tetap sehat. Bahkan bisa berkembang biak (Sumber: kompas.com 13-08-2019).

Kisah berikutnya berasal dari Surakarta. Wimmy Safaati Utsani, seorang peneliti muda dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil menciptakan permen jelly antikanker payudara dari daun sirsak (annona muricata).

Gagasan membuat permen jelly anti kanker ini berawal ketika Wimmy merasa prihatin dengan kerentanan perempuan terkena penyakit kanker payudara. Dia mencoba menciptakan resep obat kanker dari herbal daun sirsak. Menurutnya, dari berbagai jurnal diketahui bahwa tanaman ini mampu menghambat kanker karena mengandung senyawa annonaceous acetogenins, aasimisin, dan squamosin yang berperan sebagai antikanker.

Wimmy mengklaim terapi dengan herbak daun sirsak jauh lebih aman dibandingkan dengan kemoterapi. Berdasarkan info dari berbagai jurnal ilmiah, terbukti daun sirsak itu 10 ribu kali lebih ampuh dari kemoterapi dalam hal pengobatan kanker. Menurutnya, kalau kemoterapi biasanya memiliki efek samping sangat besar terhadap organ tubuh yang lain, seperti rambut rontok dan lain-lain. Berbeda kalau memakai tanaman herbal, cenderung lebih efek sampingnya lebih sedikit.

“Ini tidak memakai bahan pengawet sehingga aman dikonsumsi. Selain untuk penderita kanker permen ini juga aman untuk dikonsumsi penderita diabetes karena menggunakan gula rendah kalori,” pungkasnya, seperti yang dikutip dari okezone.com edisi Selasa, 24 April 2018.

Resep Obat Kanker Herbal Sejak 1986

Masih banyak penelitian terhadap kanker yang dilakukan oleh para peneliti, termasuk yang dilakukan oleh peneliti dari PT. Daun Teratai. Perusahan herbal asal Indonesia telah berhasil membuat resep obat kanker dengan nama Chang Sheuw Tian Ran Ling Yao (CSTRLY) yang ditemukan oleh pendirinya pada 1986. Obat kanker ini berasal dari tumbuh-tumbuhan yang diperoleh dari pedalaman provinsi Yunan, Tiongkok telah diuji ketoksikan dan uji khasiat secara ilmiah di Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta sehingga aman dikonsumsi oleh masyarakat.

Konsultasikan penyakit dan obat kanker Anda melalui telp/WA: 082320041272 (Gratis)

chang sheuw tian ran ling yao, obat kanker herbal, obat herbal kanker, jamu herbal kanker, jamu kanker herbal, jual obat kanker, jual jamu kanker, jual obat kanker daun teratai, daun teratai bandung, toko online obat kanker, toko online jamu kanker, obat herbal kanker online

OBAT HERBAL KANKER ONLINE
——————————————————
Web: www.obatherbalkanker.online
Email: obatherbalkankeronline@gmail.com
FB:@ObatHerbalKankerOnline
Twitter: @herbal_kanker
IG: @herbal.kanker
Youtube: Obat Herbal Kanker Online
—————————————————

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close